KONSELING PADA ORANG DEWASA
Orang dewasa
Ibu yang belum
memilki anak setelah menikah selama 5 tahun.
Perawat : selamat pagi ibu, benar dengan
ibu X? Dari purwodadi ?
Pasien : iya benar, ada apa ya kak?
Perawat : begini ibu, perkenalkan saya perawat Y yang bertugas pada pagi hari ini. Kedatangan
saya kemari untuk melakukan pengkajian kepada ibu guna mengetahui kedaan ibu saat ini,
kira-kira waktunya sekitar 15 menit. Apakah ibu bersedia ?
Pasien : terus pengkajian itu saya
harus bagaimana ya kak?
Perawat : ya pengkajiannya itu seperti sharing-sharing ibu
Pasien : tapi saya tidak kenal sama kak.
Nanti kalo sharing berarti rahasia saya bisa terbongkar dong kak. Terus nanti banyak orang
yang tau.
Perawat : ibu tenang saja. Saya sebagai tenaga kesehatan
akan berusaha untuk menjaga privasi pasien. Jadi ibu tidak perlu khawatir rahasia ibu akan terbongkar.
Pasien : beneran ya kak jangan bohong
sama saya
Perawat : iya ibu. Jadi apa ibu bersedia
untuk dikaji?
Pasien : iya kak silahkan.
Perawat : sebelumnya apakah ibu nyaman
saya melakukan pengkajian disini atau ingin pindah ketempat lain?
Pasien : disini saja kak.
Perawat : oh ya bu akhir-akhir ini ibu
terlihat murung. Menurut ibu apa yang menyebabkan ibu murung seperti itu?
Pasien : kak tahu darimana kalau saya
murung. Saya merasa biasa saja tuh kak.
Perawat : dari ekspresi ibu sekarang saja
sudah menunjukkan kalau ibu sedang memikirkan sesuatu. Apa sih yang ibu
pikirkan saat ini?
Pasien : saya sedih kak.
Perawat : apa yang menyebabkan ibu sedih?
Pasien : gini lo kak, saya itu sudah
menikah dengan suami saya selama 5 tahun. Tapi sampai sekarang saya belum bisa
hamil.
Perawat : jadi ibu sedih karena sudah lima
tahun menikah belum memiliki anak. Apa lagi yang ibu rasakan?
Pasien : apa ya kak? Ya tentunya
saya takut jika suami saya mencari istri baru. Saya itu sangat mencintai suami
saya.
Perawat : memangnya suami ibu pernah
mengatakan kalau dia mau mencari istri baru?
Pasien : ya selama ini belum
sih kak. Ya tapikan saya takut kalau hal itu terjadi.
Perawat : berarti ini tentang ketakutan ibu kalau suami ibu nikah lagi. Nah, apakah ibu sudah pernah berkonsultasi dengan
dokter kandungan?
Pasien : belum kak. Saya takut kalau
nanti hasilnya tidak sesuai harapan saya.
Perawat : memangnya harapan ibu apa?
Pasien : ya harapannya, saya tidak mandul atau ada kelainan
lainnya dengan rahim saya kak
Perawat : menurut ibu jika ibu tidak
pernah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, apakah masalah ibu akan
terselesaikan dengan sendirinya?
Pasein : ya tidak akan terselesaikan
sih kak.
Perawat : kalau begitu, apa yang akan ibu
lakukan agar masalah bisa terselesaikan?
Pasien : ya harusnya saya
memberanikan diri untuk periksa ke dokter kandungan kak, supaya saya tahu
penyebab saya belum punya anak.
Perawat : kalau ibu sudah memiliki
pemikirian seperti itu, apakah ibu mau melakukannya?
Pasien : ehm....saya akan mencobanya kak.
Dan saya akan berbicara tentang hal ini kepada suami saya kak.
Perawat : bagus sekali langkah yang ibu
ambil. Langkah tersebut
merupakan langkah yang positif untuk kedepannya.
Pasien : iya kak makasih banyak.
Doakan ya kak semoga saya mendapatkan solusi yang tepat setelah periksa ke
dokter kandungan.
Perawat : iya ibu, saya akan mendoakan
yang terbaik untuk ibu. Setelah kita sharing-sharing kurang lebih 15 menit. Apa
yang ibu rasakan sekarang? Apakah sudah merasa lebih baik?
Pasein : iyakak, alhamdulillah sekarang sudah
memilki gambaran mengenai apa yang harus saya lakukan saat ini.
Perawat : alhamdulillah kalau begitu.
Mungkin besok kita bisa sharing-sharing lagi bu?
Pasein : boleh kak untuk
sharing-sharing lagi besok.
Perawat : oke ibu, berarti besok saya akan
datang keruangan ibu lagi pada jam yang sama. Bagaimana ibu?
Pasien : iya kak tidak apa-apa
silahkan. Saya senang sekali bisa sharing dengan kak.
Perawat : jika ibu membutuhkan sesuatu,
ibu bisa menghubungi saya atau menghubungi perawat yang bertugas dengan menekan
tombol yang ada di sebelah kanan ibu.
Pasien : baik kak.
Perawat : kalau begitu saya permisi dulu
buk untuk kembali ke nurse station. Selamat pagi bu.
Pasien : selamat pagi kak.
Remaja
Remaja yang
tidak percaya diri ketika akan
menghadapi ujian nasional
Perawat : selamat pagi, benar dengan adik
X dari purwodadi?
Pasien : benar kak. Kakak ini siapa?
Perawat : saya perawat Y yang bertugas
pada pagi ini, saya akan melakukan pengkajian kepada adik untuk mengetahui
keadaan adik saat ini, kira-kira waktunya sekitar 15 menit. Apakah adik
bersedia ?
Pasien : iya kak. Pengkajian itu bagaimana ya kak maksudnya?
Perawat : pengkajiannya itu seperti
sharing-sharing dik.
Pasien : oh jadi seperti curhat ya
kak?
Perawat : iya bisa juga disebut curhat dik. Apakah adik bersedia?
Pasien : iya kak.
Perawat : sebelumnya adik ingin pengkajiannya disini atau ditempat
lain?
Pasien : disini saja kak.
Perawat : saya lihat adik murung
akhir-akhir ini. Menurut adik apa yang membuat adik murung?
Pasien : saya itu kepikiran ujian
nasional kak. Saya merasa tidak percaya diri untuk menghadapi ujian.
Perawat : kalau boleh kakak tahu, apa yang
adik rasakan menjelang ujian nasional?
Perawat : memangnya apa yang menyebabkan adik deg-degan?
Pasien : soal ujian nasional yang
sulit kak, saya masih merasa kalau saya belum mampu menguasai materi yang
banyak banget itu kak.
Perawat : selain deg-degan, apa yang adik
rasakan?
Pasien :ya saya takut kak, kan ujiannya kurang dari 1 bulan lagi kak
Perawat : apa yang adik takutkan?
Pasein : karena soal
ujian nasional kan sulit ya kak, saya juga belum menguasai materi, nah saya takut kalau
tidak lulus.
Perawat : di sekolah adik apakah ada
simulasi ujian untuk mengahadapi ujian nasional? misalnya try out?
Pasien : ya pasti ada kalau try out.
Kalau di sekolah saya ada 5 kali try out kak.
Perawat : bagaimana dengan hasil yang adik
peroleh ketika mengikuti try out? Apakah ada hasil try out yang tidak lulus.
Pasien : tidak ada sih kak. Semuanya
lulus. Ya tapikan saya tetap merasa khawatir kalau nantinya saya tidak lulus
kak.
Perawat : nah itu adik sudah menyadari
kalau itu hanya kekhawatiran adik saja. Apakah ada hal lain yang menjadi beban
pikiran adik? Dari ekspresi adik sepertinya masih ada beban pikiran.
Pasien : sebenarnya hasil dari try
out saya kurang memuaskan kak. Saya merasa tidak bisa membanggakan orang tua
saya.
Perawat : memangnya hasil yang bagaimana
yang adik harapkan?
Pasein : yang saya harapkan rata-rata
nilai saya lebih dari 8,5 kak.
Perawat : oh seperti itu. Menurut adik,
apakah adik sudah maksimal dalam memanfaatkan waktu untuk belajar?
Pasien : sepertinya belum kak. saya sering main dengan
teman saya kak sepulang sekolah,
terus malemnya kalau mau belajar saya merasa capek dan lelah kak. Kalau sudah seperti itu, saya biasanya ketiduran kak.
Perawat : nah menurut adik, sekarang apa
yang harus adik lakukan?
Pasien : harusnya saya tidak sering
main.
Perawat : menurut adik apakah ada hal lain
yang harus adik lakukan?
Pasien : ya saya harus lebih giat
dalam belajar dan lebih berkonsentrasi ketika belajar.
Perawat : nah adik sudah tahu apa yang
harus dilakukan. Mulai dari sekarang apakah adik mau melakukan hal tersebut?
Pasien : iya kak saya akan mulai giat belajar dan lebih konsentrasi supaya nilai saya
bisa mencapai rata-rata lebih dari 8,5.
Perawat : bagus dik. Semoga nilai adik
ketika ujian bisa lebih dari 8,5
Pasien : amin. Terimakasih banyak ya
kak.
Perawat : setelah kita sharing nih dik, kurang lebih 15 menit,
apa yang adik rasakan?
Apakah adik sudah merasa lebih baik?
Pasien : iya kak saya merasa beban
pikiran saya sudah sedikit berkurang.
Perawat : syukurlah kalau begitu. Mungkin besok kita bisa sharing-sharing lagi dik?
Pasien : baik kak silahkan.
Perawat : oke berarti besok kakak akan
datang lagi keruangan adik pada jam yang sama ya dik.
Pasein : iya kak.
Perawat : jika adik membutuhkan sesuatu,
adik bisa menghubungi kakak atau perawat lain yang sedang bertugas. Kalau
begitu kakak permisi dulu ya dik, selamat pagi dik.
Pasien : iya selamat pagi kak.







0 komentar:
Posting Komentar